My Books

My Books
Araska Publisher, 2014. Ellunar, 2014, 2015, 2015.
I LOVE KAMPUS FIKSI - #KAMPUSFIKSI12

[Resensi] My Phobia Princess : Kebersamaan dan Kepercayaan

[Resensi] My Phobia Princess : Kebersamaan dan Kepercayaan
resensi
sumber: lovya93.blogspot.com

Judul                : My Phobia Princess
Genre               : Korean Romance, Young-Adult
Penulis             : Lovya Diani
Editor               : Cicilia Prima
Tahun Terbit    : Desember 2015 Cetakan Pertama
Penerbit           : Grasindo
Tebal               : 264
ISBN                : 978-602-375-292-8
Harga               : Rp. 60.000

Sinopsis
Ahn Ye Rin, seorang mahasiswi berusia 19 tahun, merasa hidupnya benar-benar sial karena memiliki fobia aneh. Ia menderita athazagoraphobia, sebuah ketakutan besar dimana ia begitu tersiksa bila orang yang ia sayangi mengabaikan atau melupakannya. Hingga hal mengejutkan pun terjadi saat kedua orang tuanya mengusahakan sebuah pengobatan untuknya, pengobatan yang menurutnya sangat konyol; menjodohkannya dengan seorang pria berusia 29 tahun agar fobia aneh yang ia miliki bisa segera sembuh.

Awalnya Ye Rin bersikeras untuk menolak perjodohan itu, namun saat Ye Rin tahu jika orang yang akan dijodohkan dengannya adalah Lee Donghae–dokter spesialis bedah yang begitu tampan dan berkarisma, ia malah tak bisa berkutik lagi. Bahkan baru kali ini Ye Rin merasa fobia yang ia miliki tidak sepenuhnya memberinya kesialan, namun malah menguntungkannya karena telah mempertemukan ia dengan pria tampan itu.
Tetapi disaat semuanya mulai membaik, bahkan disaat Donghae mulai menjadi sosok penyembuh untuk fobia Ye Rin, sebuah awan hitam pun muncul di tengah kebahagiaan Ye Rin. Awan hitam yang siap menjauhkannya dengan Donghae. Awan hitam yang siap membuat hidup Ye Rin menjadi buruk, bahkan lebih buruk dari fobia yang ia alami. Membuat Ye Rin berpikir, seharusnya perjodohan itu…. tak pernah ada.
***
My Phobia Princess sebuah novel yang merupakan salah satu pemenang #PSA3. Sayembara menulis novel Korea. Teruntuk Lovya Diani selamat karena novelnya sudah berhasil diterbitkan.

Untuk cover menurut saya cukup elegan unik. Di mana ekspresi seorang gadis berambut sebahu terlihat cemas dan gelisah itu menunjukkan judul novel ini yaitu fobia. My Phobia Princess memiliki 2 tokoh utama yaitu [1] Ahn Yerin mahasiswi berusia 19 tahun yang memiliki kelainan athazagoraphobia, [2] Lee Donghae berusia 29 tahun seorang dokter bedah yang hangat dan penuh perhatian. Selain itu terdapat dua tokoh lainnya yaitu [3] Lee Eun-Bi, usianya sepapak dengan Yerin. Ia ekspresif, emosional, ambisius dan pendendam [4] Choi Dae-Hyun seorang dokter kejiwaan yang merupakan sahabat Lee Donghae. Ia seorang sanguinis, yang mudah marah tapi perhatian.

***
Cerita diawali dengan kekhawatiran keduaorangtua Yerin karena cemas harus meninggalkan putrinya ke luar negeri. Yerin adalah penderita athazagoraphobia: sebauh fobia di mana penderita merasa takut dilupakan, diabaikan dan tidak dipedulikan. Hal itu berawal dari intensitas orangtuanya meninggalkan Yerin ke luar kota atau luar negeri sejak kecil,  oleh karena itu mereka berinisiatif untuk menjodohkan Yerin dengan Lee Donghae—agar Yerin terjaga oleh perhatian Donghae selama orangtua Yerin pergi.
            Awalnya Yerin sempat menolak mencak-mencak saat mengetahui akan dijodohkan dengan seorang pria yang usianya terpaut 10 tahun lebih tua dari Yerin. Tapi perjumpaan perdana dengan Lee Donghae, membuat Yerin terkesima karena Lee Donghae adalah pria tampan yang terlihat lebih muda dari umurnya.
            Seakan dunia lebih sempit dari lubang jarum, ternyata Donghae adalah kakak dari Lee Eun-Bi—teman sekampus Yerin. Semuanya berjalan dengan lancar, Yerin yang semula keras kepala, akhirnya luluh dan bertunangan dengan Donghae. Salah satu kebiasaaan Eun-Bi: mengantarkan makanan untuk Donghae praktis harus digantikan oleh Yerin. Perlahan tapi pasti Yerin mulai jatuh hati pada Donghae, begitupula Donghae.
            Tapi di rumah sakit ada seorang dokter muda bernama Choi Dae-Hyun—dokter kejiwaan sekaligus sahabat Donghae—yang bertemu dengan Yerin dalam atmosfer yang menyebalkan bagi Yerin. Pria itu di matanya bertolak belakang dengan Donghae yang lemah lembut dan perhatian.
            Diam-diam Eun-Bi menyukai Dae-Hyun, tapi kekecewaan-kecemburuan-kebencian mulai meretas dari hatinya saat mengetahui pria itu menyukai Yerin. Perangai Eun-Bi yang semula ceria, hangat dan bersahabat dengan Yerin berubah drastis. Ia mulai membenci Yerin—menuduh telah merenggut semua kasih sayang Donghae juga Dae-Hyun.
            Rupanya di sini Eun-Bi berubah menjadi tokoh yang antagonis, jebakan-jebakan mulai ia lancarkan terhadap Yerin untuk menjauhkannya dari Donghae-DaeHyun.
***
Keunikan Phobia My Princess
1.      Ide      
Athazagoraphobia—sebuah fobia yang cukup unik diusung oleh penulis. Di mana seorang gadis takut diabaikan-dilupakan. Sebenarnya jika pembaca mau lebih jeli terhadap fobia ini, ternyata fobia ini hampir dimiliki oleh seluruh manusia. Terutama saat menginjak fase remaja, saat pubertas terjadi.
            Rata-rata Athazagoraphobia muncul saat seseorang sering kali patah hati atau diputuskan oleh pacaranya. Akibatnya sulit untuk percaya terhadap orang lain yang ada di sampingnya. Hanya saja tingkat ketakutan itu berbeda-beda, ada yang akut atau biasa-biasa saja hanya sekedar syndrom sesaat.
2.      Gaya Bahasa
Gaya bahasa penulis terasa ringan dan mengalir. Jadi saya cukup menikmatinya tanpa berpusing-pusing ria menyelami setiap kata. Hanya saja, menurut saya masih kurang efektif dalam menyampaikan.
3.      Jenjang umur antar tokoh
Saya cukup tertarik dengan kesenjangan umur antara Donghae dengan Yerin, yaitu terpaut 10 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa cinta tak pernah memandang usia. Tapi dewasa ini, kebanyakan anak muda selalu mematok umur dengan beralasan takut ketuaan atau terlalu kekanakan. Padahal cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja tanpa memandang usia.
4.      Perubahan Watak Tokoh
Di sini saya menyoroti tokoh Lee Eun-Bi yang menurut saya lebih mencolok dari yang lain. Dari awal ia merupakan tokoh protagonis, lalu berubah menjadi antagonis saat sesuatu yang tak bisa dimilikinya direnggut oleh orang lain.

Peran Fobia Dalam Cerita
Fobia yang menjadi dasar ide cerita ini menurut saya cukup unik. Di mana Yerin selalu ingin diperhatikan dan tak suka diabaikan. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, yang tak bisa hidup sendiri. Dalam novel ini cerita menunjukkan kepercayaan yang terpenting dalam membuat relationship. Percaya bahwa orang itu adalah orang yang tepat untuk mengusir seluruh kegelisahannya, orang yang akan memberikan seluruh jiwa dan raganya demi kebersamaan seperti Lee Donghae.
            Lovya Diani pun, menyelipkan sebuah kecemburuan Eun-Bi terhadap Yerin. Sadar tidak sadar, sesungguhnya yang dialami Eun-Bi saat merasa kehilangan perhatian Donghae dan harapan terhadap Dae-Hyun merupakan bentuk dari Athazarogophobia. Jadi memang betul, fobia ini pada dasarnya menjangkit hampir seluruh manusia.
Asmara Antara Tokoh
Bagi saya chemistry antar Donghae-Yerin masih kurang greget. Karena hal itu ditunjang dengan karakter Donghae yang belum menonjol. Saya lebih suka Lovya Diani membangun karakter Cho Kyu-Hyun di novel My Possesive Prince.
            Saya cukup kecewa kenapa Yerin begitu mudahnya jatuh cinta pada Donghae? Karena diceritakan fobia Yerin begitu akut. Tapi di sini Yerin seolah langsung percaya saja pada Donghae. Fobia ini terbilang sulit sekali untuk percaya dan menerima orang lain di hidupnya, apalagi itu orang asing. Lagi-lagi tadinya saya berharap akan ada konflik di mana Yerin terus-terusan menolak untuk menerima Donghae dalam hidupnya dan tidak mudah untuk jatuh cinta.
            Tapi saya cukup terkesan dengan konflik yang ditimbulkan Eun-Bi karena cerita mulai memasuki klimaks, apalagi saat memutuskan mencelakakan Yerin karena terbakar api cemburu.
Rasa-rasa Korea
Rasa-rasa Korea dalam novel ini ada saat adegan tokoh sedang makan. Salah satunya ada Gimbab—makanan yang berupa nasi digulung oleh Gim (rumput laut) isinya bisa berisi udang, daging, wortel. Namun saya kurang puas membangun imajinasi latar cerita, di mana Seoul hanya diceritakan secara umum tidak spesifikasi, jadi menurut saya deskripsi latar Korea masih kurang kentara.
Typo
Terdapat satu typo yang saya temukan:
“....yang terkejut dan sdikit kaget.” [Halaman 20]
Kesimpulan
Novel ini cukup baik untuk dinikmati. Kesimpulan bagi saya, ketakutan apa pun yang menghadang diri. Namun jika kebersamaan dan kepercayaan menyertai segalanya pun akan terasa indah.


Share '[Resensi] My Phobia Princess : Kebersamaan dan Kepercayaan' On ...

Ditulis oleh: Alfy Maghfira - Minggu, 27 Desember 2015

Belum ada komentar untuk "[Resensi] My Phobia Princess : Kebersamaan dan Kepercayaan"

Posting Komentar